Gedung Asuransi Jiwasraya – ” Kota Lama Bersemi Kembali “


Septa Yudha Ardiansyah

21040110130079

Mata Kuliah Teknologi & Komunikasi

 

TEMA : OBJEK WISATA BUDAYA NUSANTARA
JUDUL : “ KOTA LAMA BERSEMI KEMBALI ”

PENGANTAR

Kota Tua bisa diibaratkan sebagai  awal dimana sebuah kota berdiri dan merupakan sebuah peninggalan dari penjajah masa lampau yang memiliki nilai sejarah sangat tinggi. Bangunan itu pun tersebar di seluruh pelosok negeri di Indonesia, salah satunya di Semarang. Sebuah kompleks bangunan kuno pada abad 18 yang dahulunya merupakan pusat kota pada zaman kolonial Belanda terdapat di Semarang. Kompleks bangunan itu pun terkenal dengan sebutan Kota Lama Semarang. Kawasan Kota Lama sebenarnya merupakan pusat kota Semarang yang asli, dimana tampak berbagai bangunan pemerintahan dan sejumlah bangunan pendukung lain sebagai unsur kawasan pusat kota dengan gaya arsitektur Belanda.

ISI

Kota Lama sebagai salah satu aset penting yang dimiliki Kota Semarang beserta sejumlah bangunan bernilai sejarah yang tinggi tersebut, menuntut penanganan secara serius pihak Pemerintah Kota Semarang. Hal tersebut mutlak diperlukan sebagai upaya pelestarian terhadap nilai sejarah Kota Semarang mengingat Kota Lama merupakan salah satu dari sejumlah kawasan yang dapat meningkatkan pendapatan derah khususnya dari kedatangan wisatawan. Misalnya saja Gereja Blenduk, Kampung China, Kampung Arab, Semawis, dll.

Kota Lama sebagai sesuatu yang berdiri di tengah perubahan yang terus berlangsung, tentu saja tidak bisa terhindar dari tumbuhnya bangunan baru di kawasannya. Oleh karena itu Pemerintah Kota Semarang perlu melakukan konservasi terhadap Kota Lama, sehingga dapat menjaga nilai arsitektural bangunan kuno yang terdapat didalamnya.  Menurut Prof. Eko Budiarjo, Kota  Lama merupakan ingatan dari Kota Semarang sendiri. Sebuah kota tanpa bangunan tua bagaikan manusia yang hidup tanpa ingatan. Beliau berpendapat demikian ketika terdapat isu tentang pemugaran kota lama menjadi kota modernisasi pada saat walikotanya H. Sukawi Sutarip.

Kota Lama merupakan sebuah sejarah bagi kota Semarang tercinta ini, dimana semua kenangan dan perjalanan pusat kota Semarang dimulai dari sini. Pusat pemerintahan dan perdagangan dulu bermula dari Kota Lama, sedangkan pusat kota Semarang saat ini merupakan pengembangan kawasan dari Kota Lama. Oleh karena itu sekarang kita harus melestarikan wisata budaya kota Semarang ini, merawatnya, menjaganya, baik dalam kalangan pemerintah sendiri maupun masyarakatnya sendiri. Salah satu bangunan tua di Kota Lama  adalah gedung asuransi Jiwasraya.

Kantor yang saat ini ditempati oleh PT. Jiwasraya Semarang merupakan bekas gedung Nederlandsch Indische Leven Sverzeking De Lifrente Maatschaapij (NILLMI) yang dibangun dengan arsiteknya bernama Thomas Karsten (arsitek beberapa bangunan di Kota Lama dan Candi Baru) pada tahun 1916-an. Gedung ini juga pernah digunakan sebagai kantor Balaikota Semarang pada masa pemerintahan Hindia Belanda.

Gedung Jiwasraya berada di Jalan Letjend. Suprapto 23-25 Semarang 50121. Di depan gedung ini (sebelah utara), terdapat Gereja Blenduk  dan Taman Srigunting yang merupakan satu kesatuan-kawasan dengan gedung ini, yakni kantor pemerintahan, tempat peribadatan, dan alun-alun kota.

Gedung Jiwasraya ini memiliki ciri arsitektur kolonial yang sangat khas dengan adanya kubah kecil di tengah atap bangunan. Bangunan berupa simetris dengan pintu masuk berada di tengahnya. Jika dilihat seksama, gedung Jiwasraya bukan menghadap ke arah jalan raya, melainkan serong menghadap Gereja Blenduk dan Taman Srigunting . Hal ini dilakukan untuk mendapat kesan bahwa bangunan ini (dulunya Balaikota) mengawasi kedua bangunan tersebut (Gereja dan taman). Lahan di depan gedung Jiwasraya terdapat sebuah taman kecil untuk mengurangi kesan keras pada lansekap di sekililing

Bukaan pada dinding, berupa jendela, menghiasi seluruh muka fasad bangunan dengan jumlah 8 jendela di masing-masing sayap bangunan, 4 jendela di lantai dasar dan 4 jendela di lantai satu. Jendela tersebut dilindungi cantilever untuk mengurangi sinar matahari yang masuk ke dalam ruangan. Di atas tiap jendela terdapat bouven besar dengan order berupa ornamen dari beton.

Pada tahun 2002 dilakukan renovasi berupa perbaikan dinding rusak dan pengecatan ulang agar gedung Jiwasraya tampak lebih bersih dan gagah.

 

PENUTUP & KESIMPULAN

1.    Konservasi adalah tindakan untuk memelihara sebanyak mungkin secara utuh dari bangunan bersejarah yang ada.

2.    Kawasan Kota Lama Semarang patut dijadikan wilayah konservasi, karena di kawasan tersebut terdapat banyak bangunan-bangunan kuno peninggalan kolonial Belanda yang mempunyai nilai arsitektural yang tinggi.

3.    Pemerintah Kota Semarang masih kurang memberikan perhatian dalam melestarikan kawasan Kota Lama.

4.  Selain Pemerintah Kota Semarang, diperlukan partisipasi masyarakat untuk melestarikan bangunan bersejarah di Kota Semarang.

 

About septaoujisama7

I'm a little boy...who is like cosplay.. especialy Syaoran.. I'm is Ordinary Boy.. like this..

Posted on April 4, 2011, in Tak Berkategori. Bookmark the permalink. 5 Comments.

  1. yuk gabung ke komunitas mahasiswa Planologi undip….

  2. makasih kakak septa. sangat membantu tugas isbd saya😀

  3. pelit ah, nggak cucok sama ketentuan downloadnya:/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: